Recognition Rather than Recall – www.griyasis.com

Untuk bagian yang keenam, sebuah desain antarmuka harus dibuat dengan obyek-obyek yang mudah terlihat dan mudah diingat oleh user, jangan paksa user untuk mengingat hal-hal yang susah diingat. Pada website ini, terdapat breadcumb yang dimaksudkan untuk memudahkan user mengetahui berada di bagian manakah dia, namun menurut saya, itu terlihat kecil dan agak susah dilihat, karena dilatarbelakangi dengan background berwarna merah. Seperti pada gambar ini:

6

Untuk selebihnya, website ini sudah mampu mengatasi permasalahan pada bagian keenam ini. Sistem sudah mampu mengingatkan user apabila user lupa atau salah dalam mengisi form, seperti pada bagian mendaftar menjadi member.

Rekomendasi: Perbesar breadcumb agar mudah terlihat oleh user dan ubah warna background-nya.

Severity Rating: 1.

Ok, lanjut ke bagian yang ketujuh, Flexibility and Efficiency of Use ..

Iklan

Error Prevention – www.griyasis.com

Di bagian kelima, sistem harus memiliki peringatan atau pesan kesalahan, apabila user melakukan kesalahan, namun lebih baik lagi kesalahan tersebut dapat dihindari apabila memiliki tampilan antarmuka yang menarik, sehingga meminimalisir kesalahan yang user lakukan. Website ini sebenarnya meiliki desain yang sukup baik, namun ruang iklan yang terlalu lebar dan ada di mana-mana justru memberi peluang bagi user untuk melakukan kesalahan. Hal itu dikarenakan tampilan layar pada halaman yang kita inginkan terlihat kecil dan minim sekali buat saya, mayoritas dipenuhi oleh iklan-iklan.

5

Kemudian, merujuk pada konfirmasi sandi apabila user ingin mendaftar menjadi member. Konfirmasi kata sandi dengan mengetik ulang memiliki beberapa kelemahan, yaitu user hanya dapat melihat jikalau kata sandi tidak sesuai berdasarkan banyak karakter dan kesalahan pengetikan kata sandi ulang akan terlihat setelah pengguna mengklik tombol Register, sehingga tidak terlalu nampak fungsi pencegahan terhadap kesalahan user.

5a

Rekomendasi: Perluas kolom tampilan pada bagian halaman yang kita tuju, dan rampingkan iklan-iklan yang banyak, karena sangat mengganggu. Berikan tanda di samping kolom “Konfirm Password”, seperti tanda checklis contohnya, untuk menandakan apabila password ulang yang dimasukkan oleh user tepat.

Severity Rating: 2.

Mari, lanjut ke bagian yang keenam, Recognition Rather than Recall ..

Consistency and Standard – www.griyasis.com

Di bagian yang keempat, sebuah desain antarmuka yang baik seharusnya memiliki standar tersendiri, serta kekonsistenan elemen-elemen yang dipakainya. Dalam website ini, didapati memang tiap halamannya tampil “konsisten” dengan berbagai iklan yang ada, namun ini bukanlah contoh yang baik, karena akan menyusahkan user. Ada beberapa elemen yang terlihat tidak konsisten atau berbeda-beda, salah satunya adalah mengenai penggunaan bahasa yang sempat disinggung pada bagian sebelumnya, yaitu pada bagian kedua. Ada yang mengunakan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahkan campuran keduanya.

Kemudian, terlihat ketidakkonsistenan yang diperilhatkan pada bentuk kursor untuk menunjuk pada halaman Home dengan halaman yang lain. Kalau pada halaman Home, kursor pointer-lah yang nampak, sedangkan pada halaman selain Home, justru kursor tangan-lah yang muncul. Seperti pada gambar berikut:

4a

Kursor pointer pada halaman Home

 

4

Kursor tangan pada halaman selain Home (How to Buy)

Untuk perihal standar, sama seperti bagian yang kedua, di sini mengenai simbol permil (‰), yang digunakan sebagai simbol untuk keranjang belanja shopping cart. Hal ini terlihat aneh bagi saya, karena mayoritas website jual beli online yang pernah saya kunjungi menggunakan simbol keranjang atau troli untuk melambangkan keranjang belanja atau shopping cart.

4b

Rekomendasi: Gunakan bahasa yang tetap, pilih salah satu bahasa saja. Kemudian berikan bentuk kursor yang sama pada tiap halaman dalam menunjuk link, karena pada tujuannya, kedua fungsi tersebut sama, sehingga berikan juga bentuk kursor yang sama. Pakai simbol yang sudah menjadi standar dan terbiasa bagi mayoritas user.

Severity Rating: 2.

Kita lanjut ke bagian yang kelima, Error Prevention ..

User Control and Freedom – www.griyasis.com

Dalam setiap melakukan tugasnya, terkadang user dapat sesekali melakukan kesalahan. Nah, di point yang ketiga ini, kita membahas pada ada atau tidaknya pilihan yang jelas ketika user tidak sengaja melakukan kesalahan. Dalam website ini, user tidak diberikan pilihan dalam mengeksekusi perintah, apabila perintah yang dimaksud merupakan suatu kesalahan yang sebenarnya tidak sengaja user lakukan. Seperti apabila user tidak sengaja menghapus pesanannya, seperti gambar berikut:

3

Kondisi awal

3a

Ketika tidak sengaja mengahpus

3b

Ketika sudah terhapus, keranjang belanja sudah kosong, tanpa konfirmasi terlebih dahulu

Kemudian tidak adanya pilihan menu bagi user untuk mengedit pesananannya, apabila user sudah terlanjur memesan dan ingin membatalkannya. Hal ini cukup membuat bingung atau bahkan khawatir user apabila ia ingin membatalkan pesanannya. Kita tidak bisa memprediksi keadaan user, mungkin ada keperluan lain yang lebih penting sehingga membuat user membatalkan pesannya. Ketika sudah selesai memilih dan user ingin langsung ke bagian order atau pemesanan, hanya tampilan halaman penjelas pemesanan yang muncul, tanpa bisa diedit atau dibatalkan.

3c

Tidak ada menu untuk mengedit atau membatalkan pesanan

Rekomendasi: Berikan dialog konfirmasi untuk setiap tindakan atau perintah yang dilakukan serta buatlah menu bagi user untuk dapat mengedit ataupun membatalkan pesanan yang telah dipesannya.

Severity Rating: 3.

Sekarang, lanjut ke point yang keempat, Consistency and Standard ..

Match between System and the Real World – www.griyasis.com

Kemudian untuk poin yang kedua, sistem harus menampilkan bahasa, kata, frasa, atau apapun itu yang mampu membuat user mengerti dengan apa yang sistem sajikan, serta tidak memiliki arti yang  jauh berbeda dengan apa yang ada di kehidupan nyata. Dalam website ini, digunakan bahasa maupun simbol-simbol yang secara garis besar mampu dimengerti oleh user. Namun didapati, website ini terkadang menggunakan bahasa Indonesia, tapi terkadang juga menggunakan bahasa Inggris, bahkan campuran di antara keduanya. Seperti yang terlihat seperti gambar di bawah ini:

2

Bagian yang menggunakan bahasa Indonesia

2a

Bagian yang menggunakan bahasa Inggris

2b

Bagian yang menggunakan kedua bahasa

Lalu ada beberapa penggunaan istilah elektronik atau komputer yang menurut saya tidak dapat dipahami dengan mudah oleh user, apalagi bagi yang pertama kali berkunjung ke website ini. Serta penggunaan simbol permil (‰) untuk menunjukkan bahwa itu merupakan keranjang belanja atau shopping cart, yang menurut saya tidaklah familiar, atau tidak terbiasa bagi sebagian orang. Seperti pada gambar berikut:

2c

Rekomendasi: Sebaiknya, gunakanlah salah satu bahasa saja, atau setidaknya sediakanlah pilihan bagi user untuk memilih bahasa yang diinginkan (pilihan bahasa). Kemudian, gunakan juga simbol yang sudah terbiasa bagi banyak user.

Severity Rating: 1.

Oke, lanjut ke point yang ketiga, User Control and Freedom ..